Friday, June 28, 2013

Arung Jeram Cisadane



Melakukan perjalanan ke tempat-tempat  yang menyenangkan biasanya bisa menjadi obat ampuh bagi mereka yang sudah jenuh dengan pekerjaan dan rutinitas sehari-hari, namun selera setiap orang tentu saja berbeda, mungkin sampeyan lebih memilih refreshing dengan pergi berenang ke pantai atau berkemah di gunung, tapi mungkin ada pula orang yang refreshing dengan sekedar jalan-jalan di mall atau nonton bioskop. Tapi pernahkah sampeyan sesekali menghilangkan rasa jenuh dan rasa penat itu dengan bermain di sungai? ndak hanya sekedar memancing atau menikmati suasana, tapi sampeyan menikmati sensasi serunya menyusuri jeram sungai dengan perahu karet. Tegang, menantang namun sekaligus mengasyikkan.

Kegiatan menyusuri jeram sungai ini biasanya dikenal dengan sebutan Arung Jeram, atau biasa disebut juga dengan Rafting. Kegiatan ini pada awalnya memang hanya diminati beberapa orang saja yang menyukai kegiatan petualangan, namun saat ini sampeyan pun bisa menikmatinya dengan mengikuti program wisata arung jeram yang banyak ditawarkan oleh beberapa event organizer yang menyediakan layanan ini. Beberapa waktu lalu saya dan kawan-kawan saya berkesempatan untuk menikmati serunya Arung Jeram ini dengan menyusuri jeram sungai Cisadane di daerah Caringin, Bogor. Selain bertujuan refreshing, acara ini juga bertujuan untuk mengadakan acara perpisahan bagi kawan-kawan kami yang akan pindah dan sekaligus menyambut kawan-kawan baru yang akan bergabung.

“Wah kalau Arung Jeram saya ndak ikutan ah mas, takut saya, saya kan ndak bisa berenang, kalau ada apa-apa gimana?” komentar Kang Bejo saat pertama kali mendengar rencana pak mandor untuk mengajak kami ikut acara ini.

“Lah, emang sampeyan pikir saya bisa berenang apa? Tenang aja Kang, ndak usah takut, nanti kan sampeyan dipakein pelampung, jadi meskipun ndak bisa berenang sampeyan ndak bakalan tenggelam kok,” jawab saya sambil tersenyum

“Ah ngomong sih enak, coba kalo udah tenggelam beneran, baru tau deh rasanya” jawab Kang Bejo nyinyir

“Loh beneran Kang, sampeyan kok ndak percaya sama saya, saya dulu kan udah pernah ikutan arung jeram di Citarik, Sukabumi Kang, waktu itu perahu saya malah kebalik dua kali” jawab saya sambil mengarahkan dua jari saya ke wajah Kang Bejo

“Serius?Kecebur dong, terus ndak kenapa-kenapa sampeyan?” tanya Kang Bejo penasaran

“Ya awalnya emang tenggelam sih Kang, tapi karena pake pelampung, jadinya saya bisa langsung muncul lagi ke permukaan, tapi tenang aja Kang, insyaallah ndak ada apa-apa, paling-paling sampeyan cuman kembung aja karena banyak minum air sungai hehe “ jawab saya sambil terkekeh

“Hehehe..aman berarti ya mas kalo gitu” tanya Kang Bejo lagi

“Ya insyaallah aman Kang, lagian nanti juga pasti akan ada perahu penyelamatnya kok” jawab saya sambil tersenyum

Bagi sampeyan yang baru pertama kali mencoba olahraga ini sebaiknya memang ndak usah terlalu khawatir, faktor keamanan dan keselamatan tentunya akan menjadi perhatian utama dari pihak penyelenggara, mereka pastinya telah menyiapkan peralatan dan perlengkapan pendukung keselamatan yang memadai. Seperti contohnya, mereka akan mewajibkan para peserta untuk mengenakan helm dan pelampung dan memastikan keduanya telah terpasang dengan benar, setiap perahu juga harus didampingi seorang keeper yang bertugas memandu dan memberikan perintah pada peserta selama dalam perjalanan, dan yang paling penting adalah disiapkannya rescue team atau perahu penyelamat di setiap perjalanan.

Saat rombongan kami tiba, ternyata masih turun hujan cukup lebat di daerah Bogor, jadinya saya agak sedikit was-was juga akan kondisi sungai yang akan kami arungi nanti, kalau hujan turun berarti debet air akan menjadi semakin besar, kalau debet air semakin besar berarti arus air di setiap jeram akan semakin deras, kalau arus semakin deras berarti semakin besar pula peluang perahu kami untuk terbalik. Namun saya sedikit lega ketika mengetahui pihak penyelenggara memutuskan untuk menunda sementara keberangkatan kami, menurut pantauan mereka ketinggian air di sungai Cisadane masih terlalu tinggi sehingga belum aman untuk diarungi.  

Sambil menunggu surutnya air sungai, pihak penyelenggara mengadakan acara ice breaking dengan mengisinya dengan beberapa permainan yang cukup lucu dan seru. Setelah puas tertawa bersama, acara dilanjutkan dengan briefing singkat mengenai rencana kegiatan Arung Jeram kali ini, mereka menginformasikan kondisi sungai beserta nama jeram-jeram yang akan kami lewati, rencana kami akan menyusuri sungai Cisadane sepanjang 9 kilometer dengan waktu kurang lebih 2 jam, total jeram yang akan dilewati kurang lebih ada 15 jeram termasuk 9 jeram yang masuk dalam kategori jeram besar.
 Acara Ice Breaking

Setelah hampir dua jam menunggu, akhirnya rombongan kami bersiap untuk berangkat, namun sebelumnya kami terlebih dahulu mengadakan prosesi Dayung Pora bagi kawan-kawan kami yang akan pindah. Terilhami oleh prosesi Pedang Pora yang biasa digunakan militer saat melepas dan mengantar anggotanya memasuki kehidupan baru, kami pun berniat melakukan hal sama. Setiap orang berbaris berhadapan dengan mengangkat dayung masing-masing sehingga terbentuk semacam gapura, kemudian kawan-kawan yang pindah berjalan melewati gapura itu hingga ujung barisan.
Dayung Pora

Kurang lebih pukul 11.00 WIB, akhirnya rombongan kami berangkat menuju sungai Cisadane dengan menggunakan mobil bak terbuka. Karena debit air sungai semakin besar, akhirnya diputuskan ada sedikit perubahan rencana terkait jumlah peserta dalam satu perahu, perahu yang awalnya diisi dengan 4 orang peserta dan 1 orang keeper, akhirnya diputuskan ditambah 2 orang lagi hingga satu perahu total menjadi 7 orang termasuk 1 orang keeper. Penambahan ini dimaksudkan agar perahu menjadi lebih berat dan lebih stabil saat di dalam air, akhirnya rombongan kami pun bersiap merasakan ganasnya jeram sungai Cisadane dengan menggunakan 12 perahu peserta dan 2 perahu penyelamat.
Bersiap berangkat


Dalam perjalanan menuju jeram pertama, tenangnya air bisa dinikmati serta sesekali kerap terdengar bunyi binatang tonggeret yang seakan membuat kita menyatu dengan alam. Suasana di pinggir sungai Cisadane pun masih asri dengan banyaknya pohon rindang yang membuat udara sejuk dan tenteram.  Terlihat juga Kang Bejo tertawa riang saat mencipratkan air ke perahu lain dengan menggunakan dayung.

Setelah beberapa saat melewati jeram-jeram kecil, akhirnya tiba giliran perahu saya akan memasuki jeram besar pertama. Perasaan was-was, penasaran sekaligus senang seakan bercampur menjadi satu, apalagi posisi saya paling depan sehingga paling duluan menghantam jeram, byurrr…adrenalin terasa mengalir deras di tubuh, goncangan perahu, cipratan air dan teriakan kawan-kawan semakin membuat arung jeram ini terasa seru dan menyenangkan.
Byurrr....

Dari beberapa nama jeram yang disebutkan saat briefing tadi, ada satu nama jeram besar yang terkenal paling “ganas” dan paling banyak memakan korban jika dibandingkan jeram-jeram yang lain, Jeram Blender, begitu mereka menyebutnya. Sesuai dengan namanya, jeram yang satu ini memang agak berbeda, selain memiliki arus yang kuat, jeram ini memiliki pusaran air di dalamnya sehingga ndak sedikit perahu yang terbalik karena tertarik oleh pusaran air ini.

Selain membutuhkan nyali, olahraga ini juga memang menuntut kekompakan dan kerjasama tim dalam mengendalikan perahu, oleh karena itu saat keeper saya memberitahu kita akan melewati jeram Blender ini, kami pun berusaha mendayung sesuai dengan instruksinya, sebisa mungkin kami menjaga perahu ini ndak sampai terbalik. Begitu kami masuk ke jeram ini ternyata perahu kami ndak mau maju, justru malah tertarik mundur oleh pusaran air, namun untungnya masih ada rescue team yang berada di sisi sungai yang dengan sigap melemparkan tali kepada kami, setelah berjuang saling menarik beberapa lama akhirnya kami berhasil melewati jeram maut ini dengan selamat.
Help us..

Setelah beberapa lama mendayung, kami pun tiba di sebuah bendungan buatan, keeper menginformasikan kami akan menuruni bendungan setinggi 3 meter itu, awalnya saya agak ngeri juga saat membayangkan perahu dengan 7 orang didalamnya akan terjun bebas setinggi 3 meter, namun saya jadi sedikit lega ketika keeper memberikan tips saat melewatinya, kami di instruksikan agar mencondongkan badan kami ke belakang untuk menjaga perahu tetap stabil dan ndak terbalik.
Yuhuii....

Setelah melewati bendungan dan beberapa kali melewati beberapa jeram besar yang ndak kalah menegangkan, akhirnya kami akan melewati Jeram Perawan yang merupakan jeram terakhir dalam perjalanan ini, dijuluki Perawan karena di jeram ini memang terjadi penyempitan lebar sungai secara drastis, sungai yang awalnya selebar 9-10 meter langsung mengalami penyempitan hingga hanya menjadi sekitar 3 meter saja, tentu saja penyempitan ini membuat arus sungai menjadi sangat kuat dan berbahaya.

Saat mendekati jeram terakhir inilah kejadian kurang mengenakkan terjadi, dari kejauhan saya melihat salah satu perahu kawan secara tiba-tiba terhempas arus kuat hingga membuat perahunya langsung terbalik. Walhasil ketujuh orang didalamnya langsung hilang terbawa derasnya arus, saya hanya bisa terpana dan berdoa agar ndak terjadi hal-hal yang ndak kami inginkan bersama . Tentu saja kejadian itu membuat saya ketar-ketir, apakah nanti perahu saya terbalik seperti mereka?apakah rescue team benar-benar bersiaga disana? namun alhamdulillah, berkat kekompakan dan kerjasama kawan-kawan semua, akhirnya perahu kami pun bisa melewati jeram terakhir ini.

Begitu tiba di tepi sungai, ternyata mobil-mobil bak terbuka yang sebelumnya mengantar kami telah menunggu, saya pun bergegas naik sambil menunggu kawan-kawan yang lain, ndak beberapa lama kemudian saya liat Kang Bejo berjalan ke arah saya, namun raut wajah Kang Bejo ndak seperti biasanya, sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi pada dirinya. Untuk menghilangkan penasaran saya pun memberanikan diri bertanya kepadanya.

“Sampeyan kenapa Kang?kok keliatannya pucet gitu, jangan-jangan abis kebalik ya tadi perahunya?:D” tanya saya sambil sedikit bercanda

“Ho oh mas, tadi kebalik pas lewat Jeram Blender” jawab Kang Bejo sambil mengangguk pelan

“ Loh kok bisa Kang?Pas disana perahu saya tadi juga hampir kebalik juga gara-gara pusaran air, kalo ndak cepet-cepet ditarik rescue team, mungkin saya bisa kebalik juga” jawab saya

“Lah tadi itu Keeper-nya kayaknya salah milih jalur mas, perahu-perahu yang lain tadi  kan ambil jalur sebelah kanan, eh kita malah ambil yang kiri, jadinya kebalik deh” jawab Kang Bejo lagi

“Hahaha sengaja ngerjain sampeyan kali itu Kang sama keeper-nya? terus sampeyan gimana?ndak apa-apa kan” tanya saya penasaran

“Wah saya mikirnya udah mau mati aja mas, untungnya pake pelampung, begitu saya muncul di permukaan langsung di lempar tali ama mereka’ jawab Kang Bejo

“Ohh gitu, lah terus ini tangan sampeyan berdarah ini kenapa?”tanya saya sambil menunjuk ke tangannya yang terluka

“ Ya ini tadi kena batu, pas ditarik kena batu-batu disamping” jawab Kang Bejo

“Ya udah ndak apa-apa Kang, buat pengalaman kan, kapan lagi bisa kecebur di kali kayak gini hehe” jawab saya

“Ndak, kapok saya mas “ jawab Kang Bejo kecut :D

Menurut informasi yang saya peroleh dari panitia, setiap orang yang ikut wisata arung jeram ini dikenakan biaya Rp. 250.000, biaya tersebut sudah termasuk satu kali makan dan transportasi dari hotel menuju lokasi Arung Jeram. Bagi sampeyan yang berminat mendapatkan pengalaman Arung Jeram yang seru dan mengasyikkan ini,  sampeyan bisa datang ke Grand Pesona Hotel & Cottage dengan alamat Jl. Cimande Hilir  RT.01 RW.01, Caringin, Bogor atau dengan menghubungi nomor (0251) 244759. Selamat berlibuurrr :D

30 comments:

  1. Wuiiih seru bgt! Bacanya serasa ikut terjun deh.. Ga kebayang klo perahunya kebalik.. Bisa megap2.. Hahaa
    Ada ga sih arung jeram yg arusnya ga seheboh itu. Pengen nyoba tp takut tenggelam *payah deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali kata mba Cova. Aktifitasnya seru sekali. Setau saya sih saya nda pernah ikutan Outdoor actitivities, dan juga kegiatan seperti arung jeram ini.


      Soalnya tempat tinggal saya di Pontianak tidak ada medianya, mungkin di daerah daerah ada. Terutama di daerah wisata Pantai Kijing. Tapi untuk arung jeram seperti ini ada guide atau tim khusus yang mengawasi nda ya. Apa ini khusus buat professional aja? Yang masih awam dan tidak bisa berenang gimana donk

      Delete
    2. Ah Kang Asep ini gimana toh? Kan saya ama Kang Bejo ndak bisa berenang tapi tetep boleh ikutan, tenang aja udah ada rescue team nya mas..aman insyaallah.

      Sampeyan pasti ndak bisa berenang juga ya?hehehe

      Delete
    3. nyantai aja Mbak Cova. masa' temen2 bakalan ngebiarin tenggelam. pasti ditulungin deh. ayo sekarang..

      Delete
    4. Ayo mas Zach, temen-temen KPK diajak Rafting disini juga, biar ndak makan klepon terus kayak Kang Asep :D

      Delete
    5. Nti akan di adain KPk rafting barengan plus makan klepon saat rafting.

      Delete
    6. ayo2 yg mo ikutan KPK rafting ndaftar dulu disini.. hihihi..

      Delete
    7. Mbak Cova nanti jadi panitianya ya, kalo cewek bisa jadi sekretaris, sekaligus merangkap bendahara :D

      Delete
  2. tepat banget mengambil foto pada momentum terjun di atas. aduuuh, saya udah lamaaa sekali nggak mainan arung jeram ini Mas. pengiiin banget sekarang, apalagi ngeliat foto dan membaca posting ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mas coba ikutan Rafting lagi, apalagi kalo pas arusnya gede kaya kemarin mas, dijamin seru dan menegangkan. Tapi ndak usah ngajak anak-anak ya mas, kasian kalo kecebur kayak Kang Bejo:)

      Delete
  3. Pengen maen basah-basahan lagi....
    Tapi untuk Cisadane tidak rekomen buat umur dibawah 17 tahun....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dibawah 17 tahun tapi badannya gede kayaknya boleh-boleh aja mas :)

      Delete
  4. 2 jam rafting itu seru banget. Saya juga gk bs renang dan mmg gak perlu kuatir tenggelam jk ikut arung jeram krn safety dan tim guardnya skilled.

    Sekali pernah rafting dan mnrt saya kegiatan rafting itu NuMANI ( bikin ketagihan) tapi no money, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya insyaallah aman kok mbak ri, rescue teamnya kan udah pengalaman, udah kerjaan dia tiap hari :)

      Hahaha bener mbak, kalo kemarin ndak dibayarin Pak Mandor, mungkin saya ndak ikutan juga acara ini :D

      Delete
  5. wuiihh asyik dan keren banget arung jeram-nya...ada dayung pora juga yaa.,,
    kemarin waktu di goa pindul...ada juga arung jeram, tapi karena waktunya mepet jadi tak sempat ikutan :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kayaknya sibuk banget bapak kita yang satu ini :p

      Delete
    2. sibuk sich tidak...cuma mengisi waktu dengan aktifitas .. :-)

      Delete
  6. Hahaha... Cara penulisan yang menarik... Ini yang saya suka dari blog Mas... Gaya bahasanya unik...

    ReplyDelete
  7. coba ke Garut, mas... Sungai Cimanuk punya jeram yang menantang, cukup populer juga di kalangan pecinta arung jeram... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ternyata ada tempat lokasi arung jeram juga ya di Garut, maklum saya kan pecinta gratisan :D boleh deh nanti tahun depan diusulin arung jeram disana :)

      Delete
  8. wah seru ya kayaknya ikut arung jeram, saya belum pernah merasakan, pada deket rumah saya ada :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ealahh..kirain sering karena ada di deket rumah, sekali kali nyoba pake ban dalam mobil aja mas, biar makin seru :D

      Delete
  9. waa liat nya seru banget tapi kalo suruh coba kaya nya ngga deh
    takut ada buaya di air nya :D ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh bukannya buaya itu malah banyak yang di darat? :D

      Delete
  10. apik tenen rek....
    sippppp


    kpn Nyong diundang lagi?
    he heh eh e


    dargombhes1

    ReplyDelete
  11. Salah satu olahraga yang sangat menguji adrenalin tapi sangat seru ya ?

    ReplyDelete
  12. bahaya ngga sih olahraga arung jeram?

    ReplyDelete