Wednesday, February 27, 2013

Motion Sickness




Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, alat transportasi juga telah mengalami perkembangan yang sama. Dulu, manusia hanya mengandalkan kuda, keledai, onta atau binatang lainnya sebagai alat transportasi utama, maka saat ini telah diciptakan beragam alat transportasi modern yang membuat manusia bisa melakukan perjalanan dengan cepat, aman dan nyaman. Sampeyan tinggal pilih aja mau naik yang mana, mau yang lewat darat atau udara, mau yang cepet atau yang lambat, mau yang nyaman atau yang biasa, semua telah tersedia.


Jika sampeyan tanya alat transportasi darat apa yang paling sering saya naiki untuk bepergian jauh, tentu saya akan menjawab “Kereta Api” dan mungkin akan ada banyak sekali orang yang menjawab dengan jawaban yang sama. Bukannya tanpa alasan kenapa saya memilih kereta api, pertama, jika dibandingkan dengan alat transportasi darat lainnya seperti bus atau mobil, maka kereta api merupakan alat transportasi yang relatif jarang mengalami macet, maksud saya separah-parahnya macet, naik kereta api ndak akan sampai berhenti total, kecuali kalau memang ada kasus khusus seperti gangguan sinyal atau ada salah satu gerbong yang anjlok. Selain karena jarang macet, alasan kedua adalah say bisa lebih sedikit leluasa bergerak kereta api, jika bosan duduk maka saya biasa jalan-jalan sebentar di lorong maupun di sambungan gerbong kereta hanya untuk sekedar mengusir bosan.


Tapi selain dua alasan diatas, sebenarnya ada alasan utama yang membuat saya lebih memilih kereta api dibanding dengan bis atau kendaran darat lainnya. Alasan itu tak lain tak bukan karena saya itu termasuk orang yang gampang terkena motion sickness alias mabuk dalam perjalanan :D. 


“Hahaha mas..mas..sampeyan ini ngakunya aja orang kota, masa naik mobil kayak gitu aja mabuk, sepertinya waktu bayi dulu sampeyan kekurangan DHA dan Omega 3 ya mas, makanya penyakitan gitu  sekarang hahaha” komentar Kang Bejo saat  mendengar cerita saya

“Jiahhh..enak aja, ngece tenan sampeyan iki Kang, orang mabuk itu bukan penyakit lho kang, tapi itu disebabkan karena ada sedikit gangguan aja dalam tubuhnya, ada perbedaan informasi yang ditangkap otak antara informasi yang diberikan mata dengan informasi dari sistem vestibular dalam tubuhnya” jawab saya

“Halah halah..ngomong opo tho sampeyan iki mas.. bahasanya sok yes gitu, emang sampeyan ngerti gitu maksudnya?” tanya Kang Bejo nyinyir

Hahaha..kenapa?sampeyan pasti ndak mudeng ya? nah sekarang ketauan kan siapa sebenarnya yang waktu kecilnya dulu kekurangan DHA dan Omega 3 hahaha” jawab saya sambil tertawa

Halah.. sama-sama kurang DHA ne wis ndak usah ribut hehehe” jawab Kang Bejo

“Emang salah informasi apa yang sampeyan maksud tadi mas?masa iya mata kita bisa salah kasih informasi ke otak sih mas, ndak normal dong matanya” tanya Kang Bejo penasaran

“Hahaha bukannya matanya ndak normal atau gimana Kang, jadi begini, dari beberapa artikel yang pernah saya baca, mabuk itu sebenarnya ada ada hubungannya dengan sistem visual dan sistem vestibular yang ada di dalam tubuh kita” jawab saya

 “Sistem visual itu mata kan maksudnya?” tanya Kang Bejo

“Iya sistem visual itu mata Kang’ jawab saya

“Oke, terus sistem vestibular itu seperti apa mas?” tanya Kang Bejo lagi


Sistem Vestibular pada telinga bagian dalam
"Sistem vestibular itu adalah sistem yang terdiri dari beberapa organ yang terletak di dalam telinga bagian dalam kita Kang, sistem ini membantu otak untuk menentukan posisi tubuh kita, apakah kita sedang maju atau mundur, apakah kita bergerak ke atas atau kebawah, apakah tubuh kita merasakan gravitasi atau ndak, sistem vestibular inilah yang membuat kita bisa menjaga keseimbangan, postur, dan seperti apa posisi tubuh kita Kang ” jelas saya


Ohh..selain sebagai alat pendengaran, ternyata telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan ya mas, terus cara kerja sistem vestibular itu seperti apa mas?” cecar Kang Bejo lagi


“Nah dalam rangka menjaga keseimbangan tubuh, sistem vestibular tadi bekerja pula dengan dengan sistem visual (mata) dan sistem kerangka (tulang dan sendi), mata akan mengirimkan informasi ke otak atas apa yang dilihat, sistem vestibular juga mengirimkan informasi seperti apa posisi tubuh kita ke otak, selanjutnya otak memberitahukan bagian manakah dari tubuh kita yang harus mengimbangi gerakan yang kita alami untuk menjaga keseimbangan yang tepat” jelas saya


“Ohh gitu ya, lah terus apa hubungannya antara ketiga sistem itu tadi dengan penyebab orang mabuk mas?” tanya Kang Bejo lagi


”Nah, kondisi mabuk itu terjadi karena adanya ketidaksesuaian informasi yang diterima otak antara gerakan visual (mata) dengan sistem vestibular dalam tubuh kita.” lanjut saya


“Ketidaksesuaian informasi gimana maksud sampeyan?” tanya Kang Bejo penasaran


“Gini Kang, saat kita naik kendaraan, meskipun tubuh kita secara fisik itu diam namun sebenarnya tubuh kita ikut bergerak kan?” jelas saya


Ya iya lah mas, kan kita naik diatas kendaraan, ya pasti tubuh kita ikut bergerak lah, terus?” tanya Kang Bejo lagi


Nah oleh karena tubuh kita bergerak maka sistem vestibular mengirimkan informasi ke otak bahwa tubuh kita bergerak, sementara itu, pada saat yang bersamaan mata juga memberikan laporan ke otak bahwa tubuh kita sedang diam” jelas saya

"Lho kok bisa gitu mas?" tanya Kang Bejo lagi

"Gini Kang, saat kita dalam kendaraan, biasanya reaksi dan pandangan mata kita itu kan terbatas dan cenderung monoton, kalau ndak liat kursi di depan kita, paling kita lihat atap mobil atau teman duduk sebelah kita aja, karena yang kita lihat itu cenderung diam, maka informasi yang diberikan mata kepada otak adalah bahwa kita itu diam " jelas saya


“Jadi maksud sampeyan otak kita bingung” gitu dengan informasi yang disampaikan mata dan sistem vestibular? sistem vestibular menginformasikan bahwa kita bergerak, namun sebaliknya mata mengirimkan informasi bahwa kita diam gitu?” tanya Kang Bejo


“Nah pinter, seratus buat sampeyan, adanya perbedaan informasi yang diterima tersebut menimbulkan konflik antara mata, propioseptic (tekanan dan posisi pada otot, persendian dan kulit) dan sistem vestibular itu sendiri, sebagai reaksi atas perbedaan informasi itu, tubuh meproduksi zat histamin yang bisa merangsang otak sehingga menimbulkan reaksi pusing, mual atau bahkan muntah” tambah saya lagi


“Ohh gitu ya, apalagi kalo guncangan di dalam kendaraan makin keras, pasti jadi makin banyak zat histamin yang dihasilkan ya mas, tambah pusing deh jadinya” jawab Kang Bejo


“Iya bener gitu Kang, makanya itu kan dalam istilah bahasa inggris mabuk itu disebut sebagai motion sickness yang kalau diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Indonesia berarti sakit atau gangguan yang disebabkan oleh gerakan, bukan enter wind lho kang “ jawab saya sambil tersenyum


“Hahaha kalo enter wind sih itu masuk angin mas, bisa aja sampeyan ini, tapi anehnya kenapa kok yang mabuk itu penumpangnya ya mas? sak umur umur saya ndak pernah liat pak sopir mabuk tuh " tanya Kang Bejo lagi

"Soalnya pak sopir itu kan duduk paling depan dan berkonsentrasi dengan jalanan Kang, walapun sebenarnya kendaraanlah yang bergerak, tetapi benda-benda di luar akan terlihat bergerak juga olehnya, sehingga mata juga akan menginformasikan ke otak bahwa tubuhnya juga bergerak, jadinya klop toh, ndak ada perbedaan informasi yang di terima otaknya, sistem vestibular mengatakan posisi tubuh kita bergerak, mata juga menginformasikan ke otak bahwa dia juga bergerak, jadi ndak ada zat histamin yang dihasilkan olrh tubuhnya " jelas saya

"Oh gitu..ya ya mudeng saya mas" jawab Kang Bejo sambil manggut manggut
  
"Satu lagi, kenapa orang naik sepeda motor itu jarang mabuk hayoo? " tanya Kang Bejo lagi

"Halah..jan pekok tenan sampeyan ini Kang, barusan aja dijelasin masih ndak mudeng juga, ya sama aja toh Kang, yang nyetir motor itu tentu saja fokus pada jalan, kalaupun ada yang dibonceng dibelakang biasanya juga dia lihat kiri kanan, jadinya ya tetap saja matanya menginformasikan dia bergerak, sama aja alias sami mawon Kang" jawab saya lagi 

"Hehehe berarti kalo masih ada yang muntah itu berarti dia kena enter wind alias masuk angin ya mas" jawab Kang Bejo sambil nyengir
  
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kok ada orang-orang yang punya bakat mabuk dan ada juga yang ndak ya mas, ya contohnya kayak sampeyan sama saya nih ” tanya Kang Bejo lagi 


Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Robert Stern dan Kenneth Koch M, seorang psikofisiologi dan seorang dokter spesialis lambung dan usus, bahwa orang yang gampang mabuk atau ndak sebenarnya itu tergantung pada tingkat kepekaannya, biasanya orang yang suka mabuk saluran pencernaan dalam tubuhnya kurang bagus, ini disebabkan karena terjadi penyempitan atau penebalan dalam otot pylarus (bagian akhir dari lambung, dekat usus 12 jari). Siapa saja yang memiliki “bakat” untuk mabuk biasanya sudah terlihat sejak bayi, yakni ia sudah mengalami muntah ketika usianya belum 24 jam. Mabuk  juga ternyata bukan hanya disebabkan faktor genetis saja, namun ternyata faktor psikologis juga bisa menjadi penyebabnya, ketakutan yang berlebihan bisa menciptakan ketegangan dan akhirnya mabuk perjalanan benar-benar terjadi. (artikel selengkapnya bisa sampeyan baca disini)


Bagi sampeyan yang punya bakat mabuk seperti saya, maka pemilihan tempat duduk dalam kendaraan sangatlah penting, pilihlah tempat duduk yang paling sedikit mengalami goncangan. Jika sampeyan menggunakan mobil atau bus, sebaiknya duduk di depan di dekat sopir dan hindarilah duduk di belakang.  Jika sampeyan menggunakan kereta api, duduklah di dekat jendela dan menghadap ke depan, hindari duduk menghadap ke belakang. Pokoknya sampeyan coba untuk lebih memperhatikan gerakan benda-benda di luar, walapun sebenarnya kendaraanlah yang bergerak, tetapi benda-benda di luar akan terlihat bergerak oleh orang di dalamnya, hal ini bisa memberi kesempatan kepada mata untuk memberitahukan otak bahwa tubuh sampeyan juga sebenarnya sedang bergerak. Tapi seandainya sampeyan ndak bisa memilih tempat duduk, maka mau ndak mau sampeyan harus menyiapkan obat anti mabuk yang banyak tersedia di pasaran :D. (Kalau sampeyan pingin tahu cara berbagai macam cara untuk mencegah dan mengatasi mabuk, sampeyan bisa lihat disini)



Makanan di kereta
Selain mabuk dalam perjalanan, satu hal lain yang mungkin banyak dikeluhkan orang selama dalam perjalanan adalah soal makanan. Dari beberapa kali pengalaman saya saat memesan makanan di kereta, umumnya hasilnya mengecewakan, selain harganya lebih mahal, makanan yang disajikan pun umumnya kurang bumbu, hambar, rasanya ndak jelas, ndak ngalor ndak ngidul, begitu orang jawa biasa bilang.


Tentu saja orang yang paling saya anggap bertanggung jawab atas ketidakjelasan rasa makanan itu ya si koki atau tukang masaknya. Kalaupun ada pihak lain yang bisa dinyatakan ikut bertanggungjawab ya tentu saja adalah pihak manajemen perusahaan, mungkin saja mereka terlalu banyak mengambil keuntungan sehingga berakibat pada kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan kepada penumpang.


Namun anggapan saya  itu berubah ketika saya membaca sebuah artikel di BBC News yang menulis hasil temuan tim peneliti dari Universitas Manchester, mereka melakukan sebuah penelitian tentang pengaruh tingkat kebisingan terhadap rasa makanan. Penelitian ini dipimpin oleh Dr Andy Woods dengan melibatkan 48 orang responden yang terdiri dari 39 mahasiswa perempuan dan 15 mahasiswa laki-laki. 


Ilustrasi percobaan
Dalam percobaan itu para responden diberikan beberapa makanan manis dan asin seperti biskuit, keripik dan beberapa makanan yang lain. Pada saat makan makanan yang disediakan, secara bersamaan mereka juga diperdengarkan suara dengan berbagai tingkat kebisingan yang diberikan melalui headphone, selanjutnya mereka kemudian di perintahkan untuk memberikan penilaian seberapa  manis, seberapa asin dan seberapa suka mereka pada makanan itu.


Dan ternyata hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam suasana bising, makanan dinilai kurang asin atau manis dibanding ketika mereka ndak mendengarkan suara sama sekali. Ada kemungkinan suara keras yang didengarkan para responden dapat merusak kemampuan otak untuk menerima rangsangan indera secara akurat sehingga membuat rasa makanan menjadi kurang nikmat. (Sampeyan bisa lihat artikel dan jurnal penelitian selengkapnya disini dan disini)


Nah dari kesimpulan penelitian itulah maka saya menganggap bahwa koki memang ndak bisa sepenuhnya disalahkan atas kehambaran rasa makanan di kereta itu, ternyata suara bising di kereta juga turut berkontribusi terhadap hilangnya selera makan para penumpang, lebih-lebih jika makanan yang disajikan memang bener-bener kurang asin atau kurang manis, tentu saja hal itu menyebabkan makanan terasa semakin hambar dan semakin ndak berasa.  


“Bukan cuman di kereta aja mas yang buat makanan jadi ndak berasa, di warung mbak Jum juga seringnya begitu” celetuk Kang Bejo


“Halah..gayamu Kang, ndak berasa gimana?wong sampeyan biasanya nambah gitu kok kalo makan disana, malah sering saya yang bayarin kan “ jawab saya


“Lah bener itu maksud saya mas..ndak berasa bayar maksudnya” jawab Kang Bejo sambil nyengir
 
Jiahhhhh…..:D

39 comments:

  1. ternyata gitu toh mas....
    Alhamdulillah saya jarang mabuk kalo dalam perjalanan

    enter wind apaan sih mas?
    kwkwkwkwkk

    ReplyDelete
  2. sy klo jalanan sudah berkelok2 parah, sudah, mabok dah apalgi klo nae bis. ckckkck.. jatinangor-sumedang klo nae bis ane mabok, giliran nae angkot, amann.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo jalanan berkelok gitu emang semakin memperbesar peluang buat mabuk ci, kalo aku ky gitu udah siap2 antimo aja :D

      Delete
  3. weww,,keren bgd penelitiannya mas. baru tau deh...tp untunglah kami sekeluarga ga prnh mabuk di kendaraan. klo ada yg mabuk sih biasanya saya pura2 ga kenal hahahah

    ReplyDelete
  4. ouuu.. ternyata sampeyan mabukan toh.. hihihi.. ga jd tak ajak jalan2 ah :P

    ternyata gitu toh penyebab jd mabuk. Untungnya aku ga pernah mabukan, naek apa aja baik2 aja. Makan jg tetap lahap, klo diperjalanan mlh makin sering ngemil.. Keknya suara bising ato tenang ga mempengaruhi napsu makanku.. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jadi ingat dulu waktu jaman kuliah (era taon 1990) paling sering naek Kapal Lawit hiehiehiee. PELNI production. Kini sudah lama nda naek kapal laut lagi. Jangan Jangan saya naek kapal laut lagi langsung semaput semaput maputnya heiheiheiheihiehiee

      Delete
    2. ah as asep gayaaaa.. mentang2 dah sering naek pesawat, trus naek kapal laut jd mabukan.. :P

      Delete
    3. Kalo nanti naik kapal mabuk ya gampang aja mbak, tinggal nyeburin aja deh :D

      Delete
  5. naik KA emang enak tapi kalau lagi musim mudik haduh desek2an. tp skr sih kereta api sistemnya uda kaya pesawat terbang jadi mudah2an musim lebaran 2013 gak gitu

    Mampir kesini ya, salam kenal Peta Indonesia Karya Anak Negeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya denger juga begitu mas, sampai harga tiketnya pun beda-beda, semakin deket tanggal pemesanan dengan tanggal keberangkatan itu jatuhnya lebih mahal, mirip kaya pesawat sistem ticketing nya. Semoga aja lebaran besok di kereta kondisinyalebih aman nyaman dan tentram :D

      Delete
    2. Udah, ekonomi/K3 udah bagus. Coba aja naik buat cari tahu

      Delete
  6. Saya juga kadang suka pusing, naik mobiil, tapi gak sampe muntah, mas.... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah paling-paling minum antimo ya :p

      Delete
    2. Hahaha.... Bisa aja sampeyan, :P

      Delete
  7. kalau saya pribadi, lebih suka naik Bis dibanding yg lain, soalnya juga dapat pemandangan & sensasi yang berbeda mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya boleh milih enakan naik pesawat aja mas, lebih cepet nyampe wekeke

      Delete
  8. ternyata itu ya penyebab mabuk darat..dan mungkin ini pula yang terjadi dengan pejabat indonesia sekarang, pada tubuh mereka terjadi perbedaan informasi antara otak, mata dan telinga...sehingga semua menjadi mabuk kekuasaan dan mabuk harta bahkan ada yang mabuuukkkk lagiiiii :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha saya suka analoginya mas, dan sepertinya para pejabat kita ya memang seperti itu, pada jadi maling :D

      Delete
    2. Kalo ini, dari kecil kurang DHA ama Omega 3 + Iman & Taqwa, + dewasanya mabok tingkat 7. Punya kuasa kok malah.....

      Delete
  9. Mas, banyak sekali info baru yang saya dapatkan disini! Ternyata seperti itu faktanya. Sebelumnya saya pikir, sederhana aja, kalau naik kendaraan ya pusing. beberapa orang muntah karena lebih sensitif aja. Tapi saya nggak tahu detailnya. Terima kasih atas artikel yang informatif tapi, seperti biasa, mudah dicerna ini! Sepertinya bagus juga kalau Kang Bejo dkk dijadikan animasi;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, tapi nanti Nay yang harus jadi sutradaranya ya? :)

      Delete
  10. saya gak gampang mabuk, tp jgn sampe deh liat org mabuk pasti ikutan iut mabuknya hihik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. berarti mabuk itu bisa nular ya? :D

      Delete
  11. Lama gak mampir ke lapak Kang Bejo...
    saya juga suka mabuk perjalanan kalo perjalanan darat
    menggunakan mobil pribadi. tapi gak ada masalah kalo naik bis besar.

    Tapi emang naik kereta api utk perjalanan jauh sih paling oke! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya sih lebih oke kalo naik pesawat nis :D

      Delete
    2. Saya setuju ama si mbak. Saya lebih suka naik KA. Berhubung saya penggemarnya, sih

      Delete
  12. saya kalo dah lama gak naik kendaraan umum pasti pusing dan mual
    tp kalo udah rutin lagi pasti terbiasa lagi..nice share mas sigit

    ReplyDelete
    Replies
    1. OK..makasih udah nyasar ke sini mas :D

      Delete
  13. di sumatra ga ada kereta api buat trasnsportasi , jadi apa mungkin banyaknya gunung ya , jd naik bis buat aku mabok karna lambat nyampek tujuan jika bepergian..apalagi ke jawa mesti melaui darat dan laut jadi harus lewat pesawat, tapi ko tetap saja ke tujuan jg harus pake kendaraan darat hingga berjam-jam
    mabnklah lagi hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo naik bus apalagi lewat daerah pegunungan kayak gitu ya kemungkinan besar mabuk mbak :)

      Delete
    2. Berhubung saya rada sinting, Alhamdulillah, saya malah berharap bisnya berani ngebut di pegunungan. Tapi saya nggak pernah deg-degan/sport jantung saat bis ngebut kayak gitu, dan nggak pernah mabuk atau pusing sama sekali, saya kelainan?

      Delete
  14. Kagak berasa jika digratisin..:D
    Sampai sekarang saya tetap mabuk jika naik bus atau kereta. Antimo harus selalu sedia :D

    ReplyDelete
  15. Mas Seagate pasti mencari referensi dimana-mana sebelum memposting sesuatu. Bikin saya malu aja, soalnya saya seringnya mendadak dan hasilnya kurang bagus seperti punya Mas Seagate. Saya baru tahu lho mas, kalau motion sickness itu terjadi karena salah informasi yang terjadi di dalam tubuh kita sendiri. Kirain selama ini mabuk perjalanan itu hanya terjadi begitu saja tanpa didasari hal-hal penting itu. Misalnya hanya badan kurang sehat atau memang sudah jenis mabukan begitu hehehehe

    tapi alhamdulillah, aku bukan termasuk orang yang gampang terkena motion sickness. Mau naik apapun alhamdulillah lancaaaaarrr...

    Terima kasih, Mas, infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Referensi itu penting, karena saya kan bukan dokter atau ahli kesehatan yang bener2 menguasai bidang ini, taunya ya dari beberapa artikel yang udah dibaca aja :)

      Wah kalo punya badan anti mabuk gitu ya enak aja..mau kemana-mana oke oke aja ya..tukeran aja yuk hahaha

      Delete
  16. Waaahh,. aku juga sukaaak banget naik kereta mas. Itu transportasi favorit, apalagi kalo perginya sendirian. Tapi sayang cuma ada di jawa :(

    Baru tau penjelasan tentang mabuk. Jadi paham kenapa kalo orang yg suka mabuk biasanya lebih milih duduk di depan. Berarti kudu sering2 lihat jendela ya,. mungkin itu juga penyebab aku lebih suka duduk tepat disamping jendela. Hehe

    ReplyDelete