Monday, March 25, 2013

Mudahnya Mengisi SPT



Bulan Maret dan April seperti sekarang sepertinya akan menjadi bulan-bulan sibuk bagi Ditjen Pajak dan seluruh jajarannya, pada bulan-bulan inilah masyarakat biasanya akan beramai-ramai mendatangi kantor pajak untuk melaporkan SPT Tahunan mereka. Adanya kewajiban pelaporan ini tentu saja sebagai konsekuensi atas sistem perpajakan Self Asessment yang dianut oleh negara kita Indonesia, sistem ini memberikan kepercayaan penuh kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetorkan serta melaporkan sendiri pajak terutang melalui sebuah formulir yang disebut dengan Surat Pemberitahuan atau yang biasa kita kenal dengan SPT.

Sejak beberapa tahun terakhir Ditjen Pajak memberikan berbagai kemudahan kepada wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunan mereka, salah satunya adalah melalui Drop Box Pajak. Dengan sistem ini wajib pajak ndak harus melaporkan SPT Tahunan ke kantor pajak dimana NPWP terdaftar, tapi mereka bisa juga melaporkan SPT Tahunan mereka melalui Drop Box di kantor pajak terdekat. Selain ditempatkan di kantor pajak yang tersebar di seluruh indonesia, Drop Box juga bisa ditemui di mall, pusat bisnis, atau tempat-tempat umum lainnya yang strategis. Seandainya sampeyan sibuk dan ndak sempet datang ke kantor pajak, sampeyan pun masih bisa melaporkan SPT Tahunan melalui kantor pos atau pos tercatat lainnya. Alhamdulillah pada tahun ini saya telah melaporkan SPT Tahunan saya dengan langsung datang ke kantor pajak yang kebetulan lokasinya memang ndak begitu jauh dari  tempat mburuh saya.

Wednesday, February 27, 2013

Motion Sickness




Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi, alat transportasi juga telah mengalami perkembangan yang sama. Dulu, manusia hanya mengandalkan kuda, keledai, onta atau binatang lainnya sebagai alat transportasi utama, maka saat ini telah diciptakan beragam alat transportasi modern yang membuat manusia bisa melakukan perjalanan dengan cepat, aman dan nyaman. Sampeyan tinggal pilih aja mau naik yang mana, mau yang lewat darat atau udara, mau yang cepet atau yang lambat, mau yang nyaman atau yang biasa, semua telah tersedia.


Jika sampeyan tanya alat transportasi darat apa yang paling sering saya naiki untuk bepergian jauh, tentu saya akan menjawab “Kereta Api” dan mungkin akan ada banyak sekali orang yang menjawab dengan jawaban yang sama. Bukannya tanpa alasan kenapa saya memilih kereta api, pertama, jika dibandingkan dengan alat transportasi darat lainnya seperti bus atau mobil, maka kereta api merupakan alat transportasi yang relatif jarang mengalami macet, maksud saya separah-parahnya macet, naik kereta api ndak akan sampai berhenti total, kecuali kalau memang ada kasus khusus seperti gangguan sinyal atau ada salah satu gerbong yang anjlok. Selain karena jarang macet, alasan kedua adalah say bisa lebih sedikit leluasa bergerak kereta api, jika bosan duduk maka saya biasa jalan-jalan sebentar di lorong maupun di sambungan gerbong kereta hanya untuk sekedar mengusir bosan.

Tuesday, December 18, 2012

Redenominasi : Untuk Apa?


Pernahkah sampeyan membayangkan bisa membeli sebuah sepeda motor hanya dengan uang Rp. 15.000 saja? Atau mungkin sepotong baju dengan uang Rp. 100 atau Rp. 50 saja? Sepertinya hal itu bisa menjadi kenyataan dalam beberapa tahun kedepan jika rencana pemerintah untuk melakukan penyederhanaan mata uang rupiah benar-benar telah disetujui oleh DPR. Wacana penyederhanaan ini kembali hangat diperbincangkan setelah pemerintah secara resmi menyampaikan usulan RUU tentang Redenominasi Rupiah kepada DPR,  pemerintah berharap agar RUU ini bisa masuk dalam daftar program prioritas legislasi nasional 2013 sehingga bisa segera disahkan dan menjadi undang-undang pada tahun depan (berita selengkapnya bisa sampeyan baca disini)

Gagasan tentang penyederhanaan mata uang rupiah, atau dalam teori ekonomi biasa dikenal dengan istilah “Redenominasi” ini sebenarnya bermula dari gagasan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, pada tahun 2010 lalu. Meskipun gagasan ini sudah lama di lontarkan, namun sepertinya masih banyak masyarakat yang masih awam dengan istilah ini. Menurut informasi yang saya peroleh dari dukun ampuh dunia maya, Si Mbah Google, redenominasi merupakan penyederhanaan nilai mata uang dengan cara mengurangi digit (angka nol) dibelakangnya dengan tanpa mengurangi nilai tukarnya.

Wednesday, November 21, 2012

Uang Pajak Untuk (Si)apa?


Pajak, sebuah kata yang tentunya ndak asing dan sangat akrab dengan keseharian kita. Hampir setiap hari kita bersinggungan dan berurusan dengan pajak, saat kita berbelanja atau membeli barang, kita akan dikenakan pajak, saat kita menerima gaji dari perusahaan tempat kita bekerja, penghasilan kita juga akan dipotong pajak, bahkan saat kita membangun rumah sendiri pun, kita juga diharuskan untuk membayar pajak. Oleh karena itulah ndak heran jika kita pernah mendengar ungkapan “Tak ada yang pasti dalam kehidupan ini kecuali mati dan pajak”. :D

Sebagai sumber utama pendapatan negara,  pajak memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan bernegara, dengan uang pajak pemerintah bisa menjalankan roda pemerintahan dan melaksanakan program pembangunan, dengan uang pajak pula pemerintah bisa memberikan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan maupun pelayanan publik lainnya kepada masyarakat, mengingat betapa pentingnya uang pajak itulah, maka dibutuhkan partisipasi aktif dari segenap masyarakat untuk membangun negeri ini dengan wujud terus membayar pajak.

Tuesday, October 23, 2012

Gubernur Baru, Jakarta Baru (?)


Pilkada Gubernur DKI Jakarta telah usai, pasangan Jokowi –Ahok telah resmi terpilih dan dilantik sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk periode 2012-2017. Kemenangan pasangan  ini seakan menjadi fenomena tersendiri bagi dunia perpolitikan di negeri ini, bagaimana tidak, meskipun kalah dalam hal jumlah dukungan dari partai, namun nyatanya jumlah perolehan suara mereka berhasil mengalahkan pasangan incumbent Foke-Nara yang notabene didukung oleh koalisi besar partai dan para elit politik di negeri ini.
   
“Lah sampeyan pikir masyarakat yang milih Jokowi itu karena partai yang mendukung mereka?jangan salah mas, sekarang tuh masyarakat udah pada pinter mas, mereka udah tau kelakuan para politikus yang cuman pinter ngomong tapi ndak pernah ada hasilnya itu” komentar Kang Bejo saat menikmati makan siang di warteg langganan kami.

Hehe sampeyan ini kok ya sampe segitunya sih kang , mbok ya jangan di samaratakan  gitu lah kang, itu hanya oknum kang, oknum” jawab saya sambil melahap satu sendok terakhir makan siang saya

Walah dhalah, sampeyan ini kayak ndak punya TV aja mas, liat aja kasus-kasus korupsi itu kan kebnyakan melibatkan mereka mas, masyarakat itu udah bisa menilai mana orang yang benar-benar bekerja memperjuangkan kepentingan rakyat dan mana orang-orang oportunis yang hanya memanfaatkan jabatan kayak mereka itu ” lanjut Kang bersemangat

Sunday, September 30, 2012

Wisata Pulau Tidung


sumber
Pernahkah sampeyan berkunjung ke salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu?Jika sampeyan termasuk orang yang suka dengan pantai dan wisata air lainnya, tentunya sampeyan ndak akan melewatkan untuk berkunjung kesana. Selain terkenal akan keindahan pantainya, pulau-pulau di kepulauan seribu juga terkenal memiliki terumbu karang yang luar biasa, lokasinya yang dekat dengan Jakarta pun menjadi keuntungan tersendiri, oleh karena itu ndak heran jika banyak dari masyarakat kota Jakarta menjadikan wisata kepulauan seribu sebagai alternatif pilihan untuk sejenak melepas penat dari rutinitas pekerjaan sehari-hari di kantor.

Beberapa waktu yang lalu saya dan kawan-kawan mburuh saya berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pulau di gugusan kepulauan seribu, Pulau Tidung, begitu biasa orang menyebutnya. Bukannya tanpa alasan kami memilih pulau ini,  karena berdasarkan informasi salah satu kawan yang sudah pernah kesana, Pulau Tidung memiliki pantai yang sangat bagus, selain itu terumbu karang  disekitarnya juga masih terjaga dengan baik. Pulau yang satu ini memang belumlah seterkenal Pulau Anyer atau Pulau Bidadari, namun dengan pesona keindahan alam yang dimilikinya, pulau Tidung ternyata mampu menarik perhatian wisatawan baik asing maupun lokal, kurang lebih dua ribuan wisatawan datang ke pulau ini setiap minggunya, bahkan jumlah pengunjung  ke pulau ini bisa mencapai sepuluh ribu orang pada saat liburan panjang.

Sunday, August 26, 2012

Buku Gratis Leksika


Percayakah sampeyan kalo di kota ini ada toko buku yang memberikan buku gratis setiap harinya?ndak perlu repot ndak perlu ribet, ndak perlu diundi ataupun persyaratan macem-macem lainnya, cukup serahkan kartu identitas sampeyan yang masih berlaku untuk melakukan registrasi, maka secara otomatis sampeyan telah resmi terdaftar dan sudah bisa mengantri untuk mendapatkan buku gratis yang akan dibagikan.

“Ah mana ada jaman kaya gini ada yang mau ngasih gratisan mas, wong di sini orang kencing aja bayar, kalaupun ada yang ngasih gratis, pasti ujung-ujungnya nipu tuh mas” komentar Kang Bejo saat mendengar cerita saya

“Lah kok ndak percayaan sih sampeyan ini, wong kemarin itu saya udah buktikan sendiri kok, tinggal registrasi, ngantri, trus ambil bukunya deh“ jawab saya

“Lah kok enak banget mas, emang toko buku mana yang mau ngasih gratisan kayak gitu? Saya juga mau kalo gitu :D” Tanya Kang Bejo sambil meringis

“Makanya sekali-kali sampeyan itu jalan-jalan, wong tiap hari sampeyan itu lewat depannya masa ndak tau” balas saya

“Ah yang bener sampeyan ini, emang apa nama toko bukunya?” tanya Kang Bejo penasaran

Wednesday, July 25, 2012

Tentukan Pilihan !

credit
Beberapa waktu yang lalu sampeyan tentunya telah mendengar hiruk pikuk warga Jakarta saat menggelar pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih pemimpin mereka. Pilkada DKI Jakarta memang terasa lebih menyedot perhatian masyarakat jika dibandingkan dengan pemilihan kepala daerah di tempat lain. Hal ini wajar karena selain sebagai pusat pemerintahan, Jakarta juga merupakan pusat bisnis dan keuangan, jadi apapun kebijakan yang diambil pemimipin Jakarta tentunya akan berdampak langsung terhadap banyak pihak , jadi ndak terlalu mengherankan jika berita tentang Pilkada DKI ini menjadi berita utama di  berbagai media tanah air.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya saat perhelatan Pilkada DKI Jakarta kemarin, selain karena ada pasangan cagub-cawagub yang berasal dari luar daerah dan “mengadu nasib” di Jakarta, hasil perolehan suara pada putaran pertama kemarin pun diluar perkiraan para pengamat dan beberapa lembaga survey.  Seperti yang telah diberitakan di banyak media sebelumnya bahwa pasangan incumbent Foke-Nara digadang-gadang akan unggul dalam pilkada kali ini, namun nyatanya jumlah perolehan suara mereka masih dibawah perolehan suara pasangan Jokowi-Ahok yang berhasil menduduki peringkat teratas dalam  putaran pertama kemarin. Dengan hasil survei yang bertolak belakang dengan kenyataan inilah maka ndak heran jika banyak masyarakat yang berkomentar miring dan mempertanyakan integritas para lembaga survei itu. (berita selengkapnya bisa sampeyan baca disini).

Wednesday, June 13, 2012

The Whistleblower

Beberapa waktu yang lalu sampeyan tentunya telah mendengar berita tentang salah satu oknum petugas pajak yang harus kembali berurusan dengan para penegak hukum di negeri ini. Jika Gayus Tambunan, Dhana Widyatmika dan Ajib Hamdani harus berurusan dengan polisi dan kejaksaan pada kasus-kasus pajak sebelumnya, maka kali ini giliran Tommy Hindratno, seorang Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Selatan, yang harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah tertangkap basah menerima sejumlah uang suap dari seorang pengusaha di sebuah rumah makan di daerah Tebet, Jakarta Selatan.

Berbeda dengan kasus-kasus sebelumnya, kasus yang menimpa TH kali ini sepertinya relatif cepat “menguap” bila dibandingkan dengan kasus yang menimpa GT maupun DW dulu,  sepertinya media lebih tertarik untuk memberitakan kasus korupsi proyek Hambalang yang melibatkan para elit politik partai penguasa di negeri ini daripada kasus ini, padahal Dirjen Pajak beserta jajarannya sendiri sebenarnya menginginkan agar media terus menerus memberitakan berita penangkapan TH ini agar masyarakat tahu bahwa Ditjen Pajak terus berbenah dan mereformasi diri.


Tuesday, May 15, 2012

Kuliah Gratis, Mau?

Sampeyan tentunya sudah sering mendengar nama perguruan tinggi kedinasan seperti Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Ilmu Statistika (STIS) maupun perguruan tinggi kedinasan lainnya. Bagi sampeyan yang saat ini telah menyelesaikan pendidikan setingkat SMU dan belum memutuskan kemana akan melanjutkan kuliah, maka kuliah di perguruan tinggi kedinasan bisa menjadi alternatif pilihan selain kuliah di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Perguruan tinggi kedinasan merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh lembaga pemerintah baik kementerian maupun non-kementerian yang dibentuk dengan tujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang siap pakai, memiliki skills dan kompetensi yang handal sesuai dengan kebutuhan bidang pekerjaan masing-masing lembaga pemerintah yang menaunginya. Umumnya perguruan tinggi kedinasan menggratiskan biaya pendidikannya, namun ada juga beberapa perguruan tinggi kedinasan yang masih memungut biaya, meskipun begitu jika dibandingkan dengan biaya kuliah pada perguruan tinggi negeri maupun swasta, biaya kuliah di perguruan tinggi kedinasan biasanya masih jauh lebih murah.